Skip to main content

ARTIKEL MAGANG 3 - Memahami Kerja Penerjemah yang Tidak Semudah Copy-Paste Google Translate

 

Banyak orang yang berpendapat bahwa menerjemahkan itu mudah karena ada Google Translate, tapi benarkah demikian? Tentu saja harus kita akui, mesin penerjemah berkontribusi meringankan beban menerjemahkan, tapi hasil terjemahan yang dihasilkan tidak 100% akurat.

Sebagai penerjemah, mengandalkan Google Translate adalah kesalahan besar. Mesin ini unggul dalam menerjemahkan kalimat sulit, tapi belum sempurna dalam menerjemahkan idiom supaya sesuai dengan teks sasaran. Tanpa melakukan proses penyuntingan, terjemahan Google Translate akan memiliki kualitas lebih rendah dari yang diharapkan.

Untuk mendapatkan kualitas yang baik, seorang penerjemah biasanya memakai tiga kriteria penilaian, yaitu keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaan. Ketiga kriteria tersebut harus dipenuhi supaya terjemahan memiliki makna yang sama dengan teks sumber dan mudah dimengerti oleh pembaca. Jika teks yang diterjemahkan memiliki topik pembahasan yang ringan dan pendek, penerjemah memerlukan waktu yang singkat untuk menyelesaikannya. Tetapi bagaimana jika yang harus diterjemahkan adalah jurnal kedokteran atau berita tentang teknologi yang di luar bidang penerjemah? Di saat ini lah, penerjemah harus mencari tahu lebih banyak dengan membaca teks referensi. Sehingga, dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa menerjemahkan tidak selalu semudah copy-paste di Google Translate.

Tidak hanya itu, novel terjemahan ataupun subtitle film luar negeri resmi harus melewati beberapa kali proses penyuntingan. Sekali lagi, ini dilakukan demi menghasilkan terjemahan yang akurat dan mudah dipahami.

Mengapa harus dicek dengan teliti? Seperti sudah disebutkan di atas, jenis teks yang diterjemahkan bukan hanya teks ringan, tapi juga teks berat dengan informasi yang dijadikan patokan. Tentu akan fatal akibatnya jika buku terjemahan memiliki arti yang berbeda dengan buku sumber, banyak orang yang akan dirugikan, bukan? Bahkan, untuk berita yang diterjemahkan, bisa menjadi berita bohong atau hoax.

Berbicara tentang keakuratan makna dan hoax, ada satu cabang penerjemahan yang menuntut keakuratan yang tinggi dengan waktu penerjemahan yang terbatas, yaitu penerjemahan lisan. Penerjemah lisan biasa disebut interpreter atau juru bahasa. Berbeda dengan penerjemah tertulis, juru bahasa tidak memiliki kesempatan untuk membaca teks referensi ataupun membuka Google dan mengetik sesuatu. Ia harus mendengarkan, mencatat, dan menerjemahkan perkataan orang lain saat itu juga. Juru bahasa biasanya bekerja menerjemahkan pidato presiden, pembicaraan negosiasi, pembicaraan diplomatik, atau seminar internasional.

Dengan terbatasnya durasi dan alat bantu, juru bahasa memiliki tugas yang lebih berat. Maka dari itu, menjadi juru bahasa berarti harus mau membaca teks referensi sebelum acara berlangsung dan mempersiapkan solusi untuk hal-hal yang sulit diterjemahkan seperti humor atau istilah kebudayaan.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, yang akhir-akhir ini sangat pesat dan gila-gilaan, mesin penerjemahan dipercaya akan mampu menghasilkan terjemahan sebaik terjemahan manusia di beberapa dekade mendatang. Tentu saja, spekulasi ini cukup membuat khawatir para penerjemah. Meskipun begitu, seberapa pun canggih mesin penerjemah nantinya, atau seberapa pun akuratnya terjemahan yang ia hasilkan, manusia tetaplah lebih unggul dalam bidang bahasa. Tak lupa, bahasa juga bukan hal yang stagnan. Ia selalu berkembang. Setiap tahun, muncul kosakata dan ungkapan baru yang tentu saja tidak diketahui mesin penerjemah.

Ah, sebentar, kita melewatkan satu jenis penerjemahan lainnya. Penerjemahan isyarat belum kita bahas di sini. Jenis penerjemahan ini sering kita lihat di layar televisi saat pemerintah sedang mengumumkan sesuatu. Mereka bekerja seperti juru bahasa, tapi mereka menerjemahkan lewat gerakan tangan, bukan suara. Meskipun dianggap pekerjaan yang tidak berprofit besar, penerjemah isyarat adalah pekerjaan penting untuk menyebarkan informasi terhadap teman-teman kita yang memiliki kekurangan dalam pendengaran.

Akhirnya, kalian sudah membaca artikel ini sampai akhir. Semoga tidak ada lagi yang mengira menerjemahkan itu hanya segampang copy-paste tulisan di Google Translate, ya. 😉😉😉

 Sumber Gambar:

Wallpapertip.com

Artikel ini merupakan tugas magang di Pro Translasi 2021

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Cara Mendaftar Kuliah di UNY Melalui Jalur RPL

                           Mendaftar kuliah lanjutan setelah lulus D3 menjadi salah satu hal yang cukup melelahkan bagi saya. Tidak banyak website yang menyediakan informasi secara detail tentang syarat pendaftaran dan alurnya. Bahkan, untuk mencari tahu apakah ada program ekstensi D3 ke S1, saya harus meluangkan waktu mengecek dan mengontak tim Humas tiap universitas. Semua saya lakukan karena saya bertekad akan kuliah S1 dengan sistem tatap muka reguler. Sampai akhirnya, saya berhasil mengetahui seluruh alur pendaftaran kuliah S1 di UNY yang cocok bagi lulusan D3, yaitu melalui jalur RPL! Singkatnya, jalur RPL memberi kesempatan untuk meraih gelar sarjana bagi lulusan SMA (dengan 5 tahun pengalaman kerja), D1-D3 ( freshgraduate atau dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun), dan mahasiswa yang sempat putus kuliah. Untuk mendaftar melalui jalur RPL, yang harus disiapkan adalah: Berkas pendidikan SMA da...

ARTIKEL MAGANG 2 - Mata Kuliah Penerjemahan di Prodi D3 Bahasa Inggris UNS

  Diploma 3 Bahasa Inggris merupakan salah satu program studi di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berdiri pada tahun 1999. Saat ini, D3 Bahasa Inggris menjadi bagian dari Sekolah Vokasi UNS. Selama 22 tahun berdiri, D3 Bahasa Inggris UNS telah merevisi beberapa mata kuliah supaya tetap sejalan dengan perkembangan teknologi dan zaman. Selain itu, mata kuliah didesain supaya bisa menjadi bekal yang cukup untuk mahasiswa ketika akhirnya terjun di dunia pekerjaan. Secara garis besar, UNS masih mempertahankan mata kuliah penerjemahan karena pada dasarnya program studi D3 Bahasa Inggris UNS berfokus kepada penerjemahan. Berikut adalah ulasan mata kuliah penerjemahan yang dimiliki D3 Bahasa Inggris UNS untuk angkatan 2018-2021 Semester Tiga 1.       Theory of Translation Ini adalah mata kuliah dasar penerjemahan. Karena mahasiswa belum mempraktikkan menerjemahkan teks secara langsung di dua semester sebelumnya, mereka dibekali dengan ilmu dasar pener...

Hi! Welcome!

Today, I can't sleep even though it's nearly 3 AM. Maybe it happens because of a half glass of coffee. I really want to sleep, but somehow because of this situation, I can sit alone in the dark in my room, with no noise appear. Then, there are many old memories come to me, one by one. Most of them are cheerful memories, when I got what I wanted, when I won a competition, and when I shared my time laughing together with my family and friends. I'm grateful to have all of them and I'm happy with the fact that I still remember the warm atmosphere that belongs to them.  However, there are several bad memories too. Even though it all has passed, I still can feel the worry, anger, and sorrow. I'm turning 20 years now, but there are too many wishes of mine that haven't become true yet. Now, I'm going to live out my dream, to do what I love; writing. This blog will be filled by my thoughts and my diary that wrote both in English and Indonesian. I do hope you will get...