Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

Menulis: Bagaimana Jika Tidak Ada yang Membaca?

Harry Potter: Novel favorit saya sepanjang masa Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang erat sekali kaitannya. Saya menulis sesuatu, orang lain yang membacanya. Ziggy menerbitkan buku baru, saya merupakan salah satu yang membaca buku barunya.  Namun, menjadikan menulis sebagai rutinitas kadang kala melahirkan kekhawatirkan, kalau ntar ngga dibaca gimana ya? Kalau ntar ngga ada yang suka, apa aku akan terus menulis? Kekhawatiran ini juga kerap muncul ketika saya menulis cerpen atau novel dengan tujuan komersil, dapat royalti lah intinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti 'Apa nanti bakalan diterima penerbit?', 'Apa nanti bakalan ada yang beli?' kerap menghantui saya ketika menyelesaikan naskah. Saya mengharapkan diri saya mampu untuk membeli... umm katakanlah skincare some by mi yang merah itu dengan royalti saya, tapi jika tidak ada yang mau membeli buku saya ya apa saya boleh buat? Dari kecil, saya sudah bercita-cita menjadi penulis. Beranjak SMP, ada satu kata yang ...

Menurutmu, Apa Itu Bahagia?

Ilustrasi Bahagia ._. Ilustrasi Bahagia ._. Dulu, waktu masih punya aplikasi instagram, saya mengikuti trend 'ask me something'. Salah satu teman saya mengajukan pertanyaan "Menurutmu, apa sih bahagia itu?" Saya lumayan lama nih mikirnya. Padahal bisa saja dijawab ngawur kan, lha menurut saya kok, suka-suka saya lah. Masalahnya, pertanyaan ini membuat saya mikir, sebenarnya bahagia itu apa sih? Bahagia ya berarti kita senang akan sesuatu kan, entah itu orang, suatu event , atau fenomena alam yang membuat kita senyum dan merasa bahagia, merasa senang, merasa sesaat ngga punya masalah apa-apa di dunia ini. Tetapi, dipikir-pikir, kita memang kesulitan menjelaskan hal yang abstrak seperti bahagia . Kalau mau sederhana, bahagia berarti ketika orangtua saya memberi bonus uang jajan, ketika tiba-tiba dapat kiriman mi lidi atau buku dari entah siapa, ketika dapat dosen yang enak, ketika dapat A, ketika meluk kucing, ketika makan makanan favorit, ketika ketemu dengan orang-ora...

Kenapa Sih Kita Hobi Membandingkan Pasangan dengan Teman?

Membandingkan barangkali merupakan keahlian mayoritas manusia. Sudah seperti rumput tetangga yang selalu lebih hijau saja. Kegiatan yang seru ini juga kerap muncul di antara pacar vs teman, bahkan teman vs teman (ya masa pacar vs pacar ._.). Padahal, saya yakin mayoritas dari kita tahu kok kalau jalan sama temen dan jalan sama pacar ya bakalan beda rasanya. Curhat sama temen dengan curhat sama pacar ya beda tanggapannya. Apalagi kalau sambat skincare ya masa cowo kita paham. Termasuk curhat dengan teman A dan teman B, hangout dengan teman C atau teman D. Kepribadian mereka dan kepribadian kita pasti akan berpengaruh di kegiatan hangout maupun sekadar ngobrol. Sering kali kita memiliki masalah berat yang ingin dibagi dengan seseorang di luar keluarga. Isu yang terlalu personal seperti masalah keluarga, suatu penyakit yang kita punya, rahasia di masa lalu, atau impian di masa depan kadang lebih ringan dibagi dengan seseorang yang kita lebih percaya, entah itu pacar atau teman. Itu terga...