Membandingkan barangkali merupakan keahlian mayoritas manusia. Sudah seperti rumput tetangga yang selalu lebih hijau saja. Kegiatan yang seru ini juga kerap muncul di antara pacar vs teman, bahkan teman vs teman (ya masa pacar vs pacar ._.). Padahal, saya yakin mayoritas dari kita tahu kok kalau jalan sama temen dan jalan sama pacar ya bakalan beda rasanya. Curhat sama temen dengan curhat sama pacar ya beda tanggapannya. Apalagi kalau sambat skincare ya masa cowo kita paham. Termasuk curhat dengan teman A dan teman B, hangout dengan teman C atau teman D. Kepribadian mereka dan kepribadian kita pasti akan berpengaruh di kegiatan hangout maupun sekadar ngobrol.
Sering kali kita memiliki masalah berat yang ingin dibagi dengan seseorang di luar keluarga. Isu yang terlalu personal seperti masalah keluarga, suatu penyakit yang kita punya, rahasia di masa lalu, atau impian di masa depan kadang lebih ringan dibagi dengan seseorang yang kita lebih percaya, entah itu pacar atau teman. Itu tergantung bagaimana prinsip atau kenyamanan yang didapat.
Dulu, saya pernah berada di posisi tidak membutuhkan sama sekali pacar di sisi saya, ya buat apa. Toh nanti bakal putus juga. Lebih enak sama sahabat, yang akan bertahan selamanya. Padahal tidak ada yang berlansung selamanya, baik sahabat maupun pacar. Lagipula, saya begitu naif bilang 'lebih enak' padahal ngga pernah punya pacar dan ngga pernah jalan sama cowo, ya bagaimana bisa saya menyimpulkan ngga enak astaga ._..
Semakin dewasa padahal maksudnya tua, kita mulai memfilter apa yang akan kita ceritakan atau curhatkan ke teman, sahabat, pacar, atau keluarga. Seberapa sering kita akan bertemu dengan mereka, aktivitas yang akan kita lakukan, makanan yang akan disantap.
Pada akhirnya, akui saja lah, kita memang hobi sekali membandingkan benefit atau lebih enak mana jalan sama pacar atau teman. Namun, apa itu perlu banget dikoar-koarin? Perlu banget ditanding-tandingin?
Heeeeemmmm.... kayaknya ngga perlu ya. Kita sudah tahu bahwa jalan dengan satu orang akan berbeda suasana dengan jalan rame-rame, curhat sama satu orang akan beda dengan curhat sama orang lain.
Pada dasarnya, semua membawa plus minusnya sendiri, dan membawa kenangan sendiri.
Maka marilah kita akhiri rutinitas membanding-mbandingkan ini. Kita sudah cukup dewasa untuk tahu akan membagi hal ini dengan siapa, hal itu dengan siapa, atau mau jalan kemana dengan siapa. Dan, menurut saya pribadi, saya kurang merasa bahagia jika kehilangan mereka berdua, karena saya nggosipin temen ke pacar dan nggosipin pacar ke temen. Eh..... wkwkwk
Kalau kata sobatku yang tengil, pacar jangan membuat kita tidak punya teman, dan jangan pula membiarkan teman membuat kita ga bisa makan sama pacar. Lha, lebih penting lagi jangan lupa makan sama papa mama di rumah! 😅 Saya tambahin deh, jangan lupa nugas juga cuy, jalan mulu yang dipikir 😗
P.S. Setelah nulis ini, saya nemu forum yang berisi opini orang-orang tetang hal ini wkwk. Linknya di bawah
Cheers!


Comments
Post a Comment