Skip to main content

Kenapa Sih Kita Hobi Membandingkan Pasangan dengan Teman?


Membandingkan barangkali merupakan keahlian mayoritas manusia. Sudah seperti rumput tetangga yang selalu lebih hijau saja. Kegiatan yang seru ini juga kerap muncul di antara pacar vs teman, bahkan teman vs teman (ya masa pacar vs pacar ._.). Padahal, saya yakin mayoritas dari kita tahu kok kalau jalan sama temen dan jalan sama pacar ya bakalan beda rasanya. Curhat sama temen dengan curhat sama pacar ya beda tanggapannya. Apalagi kalau sambat skincare ya masa cowo kita paham. Termasuk curhat dengan teman A dan teman B, hangout dengan teman C atau teman D. Kepribadian mereka dan kepribadian kita pasti akan berpengaruh di kegiatan hangout maupun sekadar ngobrol.

Sering kali kita memiliki masalah berat yang ingin dibagi dengan seseorang di luar keluarga. Isu yang terlalu personal seperti masalah keluarga, suatu penyakit yang kita punya, rahasia di masa lalu, atau impian di masa depan kadang lebih ringan dibagi dengan seseorang yang kita lebih percaya, entah itu pacar atau teman. Itu tergantung bagaimana prinsip atau kenyamanan yang didapat.

Dulu, saya pernah berada di posisi tidak membutuhkan sama sekali pacar di sisi saya, ya buat apa. Toh nanti bakal putus juga. Lebih enak sama sahabat, yang akan bertahan selamanya. Padahal tidak ada yang berlansung selamanya, baik sahabat maupun pacar. Lagipula, saya begitu naif bilang 'lebih enak' padahal ngga pernah punya pacar dan ngga pernah jalan sama cowo, ya bagaimana bisa saya menyimpulkan ngga enak astaga ._.. 

Semakin dewasa padahal maksudnya tua, kita mulai memfilter apa yang akan kita ceritakan atau curhatkan ke teman, sahabat, pacar, atau keluarga. Seberapa sering kita akan bertemu dengan mereka, aktivitas yang akan kita lakukan, makanan yang akan disantap. 

Pada akhirnya, akui saja lah, kita memang hobi sekali membandingkan benefit atau lebih enak mana jalan sama pacar atau teman. Namun, apa itu perlu banget dikoar-koarin? Perlu banget ditanding-tandingin?

Heeeeemmmm.... kayaknya ngga perlu ya. Kita sudah tahu bahwa jalan dengan satu orang akan berbeda suasana dengan jalan rame-rame, curhat sama satu orang akan beda dengan curhat sama orang lain.

Pada dasarnya, semua membawa plus minusnya sendiri, dan membawa kenangan sendiri.

Maka marilah kita akhiri rutinitas membanding-mbandingkan ini. Kita sudah cukup dewasa untuk tahu akan membagi hal ini dengan siapa, hal itu dengan siapa, atau mau jalan kemana dengan siapa. Dan, menurut saya pribadi, saya kurang merasa bahagia jika kehilangan mereka berdua, karena saya nggosipin temen ke pacar dan nggosipin pacar ke temen. Eh..... wkwkwk

Kalau kata sobatku yang tengil, pacar jangan membuat kita tidak punya teman, dan jangan pula membiarkan teman membuat kita ga bisa makan sama pacar. Lha, lebih penting lagi jangan lupa makan sama papa mama di rumah! 😅 Saya tambahin deh, jangan lupa nugas juga cuy, jalan mulu yang dipikir 😗


P.S. Setelah nulis ini, saya nemu forum yang berisi opini orang-orang tetang hal ini wkwk. Linknya di bawah



Cheers!

 

Comments

Popular posts from this blog

Cara Mendaftar Kuliah di UNY Melalui Jalur RPL

                           Mendaftar kuliah lanjutan setelah lulus D3 menjadi salah satu hal yang cukup melelahkan bagi saya. Tidak banyak website yang menyediakan informasi secara detail tentang syarat pendaftaran dan alurnya. Bahkan, untuk mencari tahu apakah ada program ekstensi D3 ke S1, saya harus meluangkan waktu mengecek dan mengontak tim Humas tiap universitas. Semua saya lakukan karena saya bertekad akan kuliah S1 dengan sistem tatap muka reguler. Sampai akhirnya, saya berhasil mengetahui seluruh alur pendaftaran kuliah S1 di UNY yang cocok bagi lulusan D3, yaitu melalui jalur RPL! Singkatnya, jalur RPL memberi kesempatan untuk meraih gelar sarjana bagi lulusan SMA (dengan 5 tahun pengalaman kerja), D1-D3 ( freshgraduate atau dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun), dan mahasiswa yang sempat putus kuliah. Untuk mendaftar melalui jalur RPL, yang harus disiapkan adalah: Berkas pendidikan SMA da...

ARTIKEL MAGANG 2 - Mata Kuliah Penerjemahan di Prodi D3 Bahasa Inggris UNS

  Diploma 3 Bahasa Inggris merupakan salah satu program studi di Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berdiri pada tahun 1999. Saat ini, D3 Bahasa Inggris menjadi bagian dari Sekolah Vokasi UNS. Selama 22 tahun berdiri, D3 Bahasa Inggris UNS telah merevisi beberapa mata kuliah supaya tetap sejalan dengan perkembangan teknologi dan zaman. Selain itu, mata kuliah didesain supaya bisa menjadi bekal yang cukup untuk mahasiswa ketika akhirnya terjun di dunia pekerjaan. Secara garis besar, UNS masih mempertahankan mata kuliah penerjemahan karena pada dasarnya program studi D3 Bahasa Inggris UNS berfokus kepada penerjemahan. Berikut adalah ulasan mata kuliah penerjemahan yang dimiliki D3 Bahasa Inggris UNS untuk angkatan 2018-2021 Semester Tiga 1.       Theory of Translation Ini adalah mata kuliah dasar penerjemahan. Karena mahasiswa belum mempraktikkan menerjemahkan teks secara langsung di dua semester sebelumnya, mereka dibekali dengan ilmu dasar pener...

Hi! Welcome!

Today, I can't sleep even though it's nearly 3 AM. Maybe it happens because of a half glass of coffee. I really want to sleep, but somehow because of this situation, I can sit alone in the dark in my room, with no noise appear. Then, there are many old memories come to me, one by one. Most of them are cheerful memories, when I got what I wanted, when I won a competition, and when I shared my time laughing together with my family and friends. I'm grateful to have all of them and I'm happy with the fact that I still remember the warm atmosphere that belongs to them.  However, there are several bad memories too. Even though it all has passed, I still can feel the worry, anger, and sorrow. I'm turning 20 years now, but there are too many wishes of mine that haven't become true yet. Now, I'm going to live out my dream, to do what I love; writing. This blog will be filled by my thoughts and my diary that wrote both in English and Indonesian. I do hope you will get...